Ketika melangkah di tanah gersang
Tertegun hati menatap gubug yang usang
Anak yang berteduh di dalam sana
Seperti membuat hati sedikit sengsara
Adil?
Apakah benar jika dicapkan untuk anak itu?
Apakah bisa disamakan dengan aku yang riang sementara dia mengerang?
Adil,
Apa benar kata tersebut menjadi perantara antara nasibnya dengan nasibku?
Apakah anak yang harusnya duduk menimba ilmu
Namun sekarang sedang beradu dengan aspal berdebu?
Adil,
Apakah berasal dari tangan-tangan penguasa itu?
Apakah berasal dari kaki yang berjalan diatas karpet beludru?
Apakah berasal dari mulut yang beradu, pilih aku coblos aku?
Apakah berasal dari janji yang berbunyi merdu?
Adil,
Bagaimana caraku untuk mendapatkanmu?
Akan kuberikan pada anak itu jika kutau
Ku ingin dunianya dan duniaku bertemu
Setidaknya,
Biarkan dia membangun asanya kembali
Mendaki bukit penuh mimpi yang menanti
( Semarang, 15 Mei 2020 )
Oleh :
Ivana Dwi Susanto
D03.019.012
Prodi Psikologi
Universitas Nasional Karangturi Semarang

Tidak ada komentar:
Posting Komentar