"Pernah aku jatuh hati, padamu sepenuh hati."
Dulu, aku sempat memiliki kenangan bersama seseorang. Awalnya dia kakak yang aku kenal di Facebook karena persamaan minat. Awalnya hanya biasa saja, saling mengirim chat yang hanya membahas seputar minat kami saja. Hal itu terjadi berbulan-bulan dan baik aku maupun dia, hanya terhubung dengan embel-embel "kakak dan adik"
Namun seiring berjalannya waktu, rasa nyaman itu mulai ada. Kami berdua tidak menyadarinya, kami hanya mengalir begitu saja menikmati setiap waktu yang ada. Kami tidak pernah bertemu, sama sekali. Namun kami merasa nyaman satu sama lain, ah rasanya seperti tidak ingin melewatkan satu hari tanpa chat.
Ketika dia memiliki pasangan disana, hati ini seperti sakit. Aku tidak tahu perasaaan apa itu, namun rasanya sesak dan menyakitkan. Tidak suka, itulah yang aku rasakan. Padahal ketika kembali melihat diri sendiri, seketika aku menyadari, aku ini siapa kok bisa merasakan sakit yang sedemikian. Akhirnya, tidak lama dia putus dengan kekasihnya. Ada kelegaan di hati ini, namun aku kembali bertanya, rasa apa ini?
Aku mulai menyadari apa yang aku rasakan, ketika dia memberitahu rasanya pula padaku. Yang benar saja, ini adalah sesuatu yang gila, sangat sulit diterima oleh nalar. Aku menyayanginya lebih dari kakak, dan dia menyayangiku lebih dari sekedar adik. Aku tidak bisa menerimanya, karena memang ditentang karena perbedaan. Namun, hatiku sakit ketika melihat dia sedih karena aku tidak bisa menerimanya. Ah, kakak, kenapa aku tidak bisa menolakmu, menolak rasa yang kamu berikan padaku.
Aku mulai berpikir, tak ada salahnya, toh semua ini hanya sebatas sayang antara kakak dan adik, pikirku. Namun semua tak berjalan lancar sesuai dengan ekspetasiku. Ya, dia menjebol pertahananku, aku menanamkan cinta padanya, begitu pula dengannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar